Akromatopsia Serebral
cerebral achromatopsia
Ringkasan Singkat
Akromatopsia serebral adalah bentuk buta warna yang diperoleh karena kerusakan pada korteks visual otak, yang bukan disebabkan oleh kelainan genetik pada retina.
Akromatopsia serebral adalah kondisi langka di mana seseorang mengalami buta warna yang tidak disebabkan oleh kelainan genetik pada mata (seperti pada retina) tetapi oleh kerusakan pada area spesifik di korteks visual otak.
Biasanya, kerusakan ini terjadi pada korteks asosiasi visual yang terlibat dalam pemrosesan warna, khususnya area V4 di lobus oksipital. Penderita akromatopsia serebral melaporkan dunia terlihat dalam nuansa abu-abu, mirip dengan film hitam-putih, meskipun mata mereka secara anatomis berfungsi normal. Mereka mungkin juga mengalami gangguan lain seperti prosopagnosia (ketidakmampuan mengenali wajah) atau kesulitan dalam diskriminasi bentuk.
Penyebabnya bisa bervariasi, termasuk stroke, cedera kepala, tumor, atau infeksi yang memengaruhi area otak tersebut. Kondisi ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana otak memproses informasi warna dan menunjukkan bahwa persepsi warna adalah fungsi kompleks yang melibatkan lebih dari sekadar reseptor di mata.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Zeki, S. (1990). A theory of central colour vision based on functional specialisation of the visual cortex. Vision Research, 30(10), 1547–1564.
- American Psychological Association. (n.d.). APA Dictionary of Psychology. Retrieved from https://dictionary.apa.org/cerebral-achromatopsia
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.